Friday, December 14, 2018

KPI jadi tukang kritik Fashion : Blackpink Maimon

KPI jadi tukang kritik Fashion : Blackpink Maimon

Masih cukup hangat, sebuah kehebohan yang menarik minat saya tentang seorang ibu-ibu membuat sebuah petisi untuk menghentikan iklan Televisi blackpink karena dianggapnya "Tidak patut karena pkainya melanggar norma bla bla bla" dan hbatnya dikabulkan oleh KPI selaku badan terhormat yang menentukan mana yang layak dan mana yang tidak untuk ditampilkan di televisi indonesia.

KPI jadi tukang kritik Fashion : Blankpink Maimun
Jujur, ini membuat saya gak habis pikir, segitunya apa "blackpink buat adek-nya adek laki-laki berdiri?".

Kalo saya lihat iklan blackpink shop** sih saya gak gimana-gimana mikirnya, mikir mereka cantik aja kagak, malah "wah hebat ya shop** bisa bayar blackpink jadi brand ambasador mereka duitnya banyak tuh"

Ibu maimon beralasan kenapa membuat petisi tersebut karena ingin pertelevisian kita lebih baik serta sesuai dengan nilai norma kita.

Ok lah bu saya setuju dengan alasan ibu untuk membuat pertelevisian lebih baik, tapi gak gitu juga kali bu, ada banyak pelencengan acara dan iklan pertelevisian indonesia yang lebih urgent ketimbang masalah blackpink, kalau mau bahas soal pornografi ekploitasi wanita sebagai objyek ya kemarin iklan iklan kayak susu L-mun sama yang di iklanin si Jojo (pemain bulu tangkis) buka ka*s itu juga ibu cekal dong.. masak iya blackpink doang, (tembusan:kpi) yang ingin dilindungi itu siapa sebenarnya (?)

Baiklah terlepas dari ketidak masuk akal-lan alasan ibu maimon untuk membuat petisi tersebut, beliau masih punya hak untuk itu, yang jadi masalh disini dan buat saya makin keder dan ingin buang Tv dirumah adalah yang terhormat KPI, bagaimana tidak ada buuuanyak masalah yang perlu dan harusnya sesegera diperbaiki KPI pada pertelevisian indonesia ini malah mengabulkan sebuah petisi dengan dasar argumen yang kurang kuat.

Alasan KPI menurunkan iklan blackpink shop** di 11 channel televisi juga sama karena meng-amini argumen ibu maimon bahwa iklan blackpink memang (anggapan mereka) masuk ke pasal objectifikasi terhadap wanita.

Tapi apakah benar demikian? jika kalian coba mencari referensi mengenai Objectifikasi wanita di bidang media kalian akan menemukan sebuah teori dari Male Gaze, dimana Gaze mengatakan Objectifikasi wanita pada media adalah ketika kamera atau lebih tepatnya fokus kamere ditempatkan dari sudut pandang laki-laki (hidung belang). artinya disana kamera akan fokusmenyoroti bagian-bagian tertentu dari wanita tersebut secara khusus, apakah iklan tersebut demikian? coba kalian ingat-ingat jika kalian sudah menontonya kemarin-kemarin sebelum di down oleh KPI. 

Entah kenapa Kpi lebih mengurusi hal seperti ini ketimbang sesuatu yang lebih penting dan esensial jika benar-benar ingin bertujuan "membuat pertelevisan lebih baik DEMI generasi penerus bangsa" yang juga menjadi cita-cita mulia ibu maimon. misalkan saja itu sinetron-sinetron yang penuh dengan unsur kekerasan, tawuran, yang terkadang bersembunyi dalam legalnya pertarungan MMA walau lebih sering dijalanan, atau anak remaja cenderung kecil mempertontonkan adegan pacaran tanpa pengetahuan jelas batasan dan wilayah jam tayang, atau televisi dengan acara kepentingan agenda partai pemilik, apa kabar KPI dengan hal itu?

Bukan malah ngurusin fashion baju blackpink dengan argumen pasal yang jelas-jelas salah.

Ini adalah sebuah opini, kalian bisa saja berbeda dengan saya dan itu wajar. terimakasih sudah membaca, silahkan tinggalkan komentar jika kalian setuju.

BUKA UNTUK KOMENTAR