Wednesday, March 22, 2017

Timnas Indonesia Tidak Perlu Naturalisasi

Timnas Indonesia Tidak Perlu Naturalisasi

Opini - Ketika Ketum PSSI dilantik dan diemban oleh Pangkostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi, saya berharap akan ada perubahan hebat setelahnya, tapi.. yah memang terlalu dini untuk melakukan penilaian kinerja beliau. tapi masalahnya bukan itu.

Ketika PSSI diketuai oleh seorang Jendral TNI, harapan saya adalah PSSI dengan Nasionalis tingkat tinggi, No politik, Ambisi tinggi, Serta Nasionalis dan Merata. mungkin sebagian terlihat bagus, tapi baru-baru ini saya dibuat kecewa, ketika PSSI kembali dengan pola lama mereka tentang "merebus mie instan" agar lebih cepat mengatasi rasa lapar, tapi tidak melihat sisi buruknya.

Timnas Indonesia Tidak Perlu Naturalisasi

Indonesia, itu luas, sangat luas, dan mayoritas pecinta, yang mungkin bisa lebih dari agama, ada banyak orang indonesia yang rela mati demi sepak bola, jangan heran jika suporter indonesia adalah salah satu suporten paling fanatik didunia. dan kita tidak kekurangan pemain hebat pak.. kita punya, banyak! banyak sekali! yang ada di negri ini, dan masih belum punya pasport!
[post_ads]
Mereka menunggu pak, mereka menunggu ada pihak dari sang punya akta timnas, mereka adalah anak kandung negri ini, jadi kenapa harus mencari anak adopsi diluar negeri? apa lagi harus berebut dengan orang lain, dan sampai harus "Memohon" dan ketika ditolak kemudian bilang "ah tidak tahu diri dia" padahal tentu anak itu akan memilih orang tua yang lebih memiliki sesuatu yang menjanjikan untuknya, mereka akan memilih orang tua yang lebih mapan, lebih punya potensi untuk masa depanya.

Saya tidak menentang "naturalisasi" ini, semua negara sepak bola melakukanya, tapi apakah sepenting itu hingga harus "memohon" dan ketika ditolak "memaki", padahal, dirumah sendiri, disetiap sudut rumah, ada anak hebat meringkuk duduk menunggu.

Saya tidak menentang "naturalisasi" ini, tapi apakah kalian tahu pemain hebat mana dari hasil naturalisasi yang berhasil "jadi superman" dan membuat negaranya meraih trophy? apakah ronaldo adalah pemain naturalisasi dari argentina? atau messi adalah naturalisasi dari portugal?. masih ingat pele, atau roaldo "yang satunya" apakah mereka adalah pemain naturalisasi? TOLONG siapa saja beritahu saya jika iya.

Saya tidak menentang "naturalisasi" ini, Tapi Membencinya! itu saja, yah itu saja Pfft...

Mungkin saja alasan mereka melakukan naturalisasi dan mencari peranakan (tidak bermaksud rasis), adalah "hal ini adalah solusi jangka pendek", "kita butuh pemain berkualitas untuk ajang didepan" dan lain sebagainya.

Bagi saya... alasan ini seperti seorang pacar yang minta putus kemudian bilang "aku tidak pantas untukmu, kamu terlalu baik buatku", tau kan maksud saya?

Perlu Bapak tahu, jika belum tahu, ada banyak sekali  pemain sepak bola dengan potensi LEBIH HEBAT dari Buffon, Puyol, Iniesta, bahkan Ibrahimovic (saya tidak bilang messi dan ronaldo karna takut dibully yah.. di bully).

"kalau memang ada kenapa tidak terlihat?" tanya dari semua orang, termasuk bapak PSSI.

Hmm.. iya tentu saja tidak terlihat jika kalian hanya melihat pada kotak "Liga Dewa, Dewi, Satu, One" atau apapun lah namanya sekarang, mereka tidak ada disana.. mereka terlalu miskin untuk masuk dan ikut seleksi dari klub, mereka terlalu jauh dari lokasi stadiun yang kalian bangun.
[post_ads_2]
Ada sangat banyak yang seperti ini, terabaikan dan terlupakan. di daerah saya, dikampung saya nan kecil saja ada 2 orang seperti ini, tanpa latihan dengan alat-alat canggih, main bola lebih sering dengan tanpa alas kaki, berlari dan menggiring bola layaknya messi, umpan umpan luar biasa layaknya iniesta. tapi akhirnya dia sekarang merantau ke malaysia. dan tak pernah sekalipun punya asah untuk bermain disana (klub klub mesti bayar mewah).

Apakah di daerah kalian ada? YAH pasti ada!

Jadi.. Apakah Timnas Indonesia Perlu Naturalisasi? Perlu.. jika pemain itu setingkat messi!, jika tidak.. kita punya banyak dirumah, tinggal beri mereka sepatu, dan ajari mereka offsite. dan lihat betapa hebatnya timnas kita nanti. dan jangan terlalu fokus pada kotak kardus nan kecil itu.

Cukup sekian, terimakasih sudah membaca artikel ini, hanyalah sebuah opini, saya yakin banyak dari kalian yang tidak sependapat, jadi mari kita bahas dan diskusikan, silahkan tulis pendapat kalian di kolom komentar.

BUKA UNTUK KOMENTAR