Kamis, 23 Februari 2017

Ada apa dengan pertelevisian Indonesia sekarang?

Ada apa dengan pertelevisian Indonesia sekarang?

Kali ini satu lagi artikel kategori ngomong sendiri dari saya, kali ini kita coba membahas tentang per-terlevisian Indonesia, ada apa dengean pertelevisian indonesia? namun alangkah baiknya kita mulai terlebih dahulu mengetahui sejarah dari pertelevisian indonesia.

Serjarah perlevisian Indonesia

Pertelevisian di indonesia sendiri dimulai setelah 17 tahun setelah kemerdekaan, yang artinya tahun 1962, dimana Televisi Republik Indonesia atau TVRI dibentuk sebagai inisiasi pemerintah menyebarkan kepentinganya, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik.

Selama berberapa dekade TVRI menjadi televisi satu-satunya di indonesia yang mengudara, sebelum akhirnya televisi yang lebih variatif dan tidak melulu menjadi "alat" pemerintah pada saat itu, berikut ini adalah Televisi pertama lahir setelah TVRI[post_ads]
  1. RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) yang pertama kali mengudara pada 1 Januari 1987 atau setelah 25 tahun TVRI menjadi satu-satunya televisi yang ditonton masyarakat indonesia, RCTI sepertinya membuka kran pertama dalam munculnya stasiun televisi baru setelahnya yang menyajikan acara lebih variatif. (mohon dikoreksi jika salah)
  2. TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) Selanjutnya adalah stasiun TV yang kini telah berubah nama, AWALNYA sih TPI dulu didirikan untuk memberikan tayangan-tanyangan yang menyajikan  yang bertemakan pendidikan dan pertama kali mengudara pada 1 Januari 1991. dan diresmikan pada tanggal 23 Januari 1991 oleh presiden Suharto. (mohon dikoreksi jika salah)
  3. SCTV (Surabaya Central Televisi Indonesia Kepanjangan pada awalnya), hal ini dikarenakan sebenarnya SCTV pada awalnya adalah stasiun tv yang memancarkan ulang siaran dari RCTI (yang pada saat itu hanya mengudara di daerah Jabodetabek) di daerah Surabaya dan sekitarnya. yang kemudian lambat laun setelah RCTI sendiri sudah bertambah besar, san akhirnya mendapatkan surat ijin siar, SCTV memulai menyiarkan acaranya sendiri dan lepas dari RCTI, yaitu pada tanggal 24 Agustus 1990. (mohon dikoreksi jika salah)
Setelah 3 stasiun tv awal itu, menyususl stasiun tv lainya, yang mungkin bisa kalian search sendiri, sekarang mari ke inti pembahasan kita kali ini, Ada apa dengan pertelevisian indonesia sekarang?


Pertelevisian Indonesia dulu dan sekarang

Dulu diawalnya hampir semua stasiun televisi yang dibentuk memliki tujuan dan idiologi penyiaran yang mulia, acara yang disiarkan pun terbilang selalu ada dampak baik dan informatif, namun semakin lama, semakin kesini, acara-acara baru yang sepertinya sudah keluar dari konsep awal dari stasiun tv tersebut.

Sekarang mari  kita ambil contoh RCTI sebagai salah satu stasuin televisi senior di indonesia, awalnya menyajikan acara-acara yang saya nilai informatif dan menghibur, acara sinetron pun selalu syarat akan nilai kehidupan, berbeda dengan sekarang, yang sepertinya banyak di isi dengan acara-acara pendulang sponsor iklan saja, dan lupa akan esensi acara tersebut apakah memberikan "sesuatu" yang baik bagi penontonya.

Atau bagaimana tontonan untuk anak-anak yang sepertinya benar-benar lenyap hampir diseluruh stasiun tv sekarang, tidak ada lagi acara musik untuk anak, tidak ada lagi acara edukasi untuk anak, kalaupun ada akan benar-benar bergeser dari yang seharusnya, dan sangat perlu dipertanyakan apakah ini benar-benar acara untuk anak-anak?

Ambil contoh saja acara pencarian bakat dengan embel embel KIDS tapi realisasinya lagu yang dinyanyikan semua about LOVE or tentang semua hal yang dirasakan oleh orang dewasa, ada contoh lain? ada banyak, misalkan lagi acara sinetron, ok kalau orang kritis pasti jika mendengan kata sinetron akan melulu pikirnya mengara ke film elektronik televisi yang semuanya gak penting, tapi ini berbeda dengan dulu dulu sinetron dibuat dengan memperhatikan dampak baik bagi penonton, banyak sinetron bertemakan anak-anak dengan segala pembelajaranya, dan semua berubah saat para srigala, vampire serta anak-anak sekolah dengan sragam mereka yang warna warni menyerang.

Ada apa dengan pertelevisian di indonesia sekarang? kenapa benar benar berbeda dengan dulu.

Alasan perubahan pertelevisian indonesia

Sekarang apa alasanya, kenapa seolah semua stasiun televisi sekarang hanya mengejar rating dan benar-benar cuma menjadi industri pencari materi saja?

Pergeseran kebutuhan tontonan masyarakat indonesia

Masyarakat indonesia sekarang dan dulu memiliki kebutuhan tontonan yang berbeda, dulu orang sangat ingin tontonan yang mendidik, dan informatif, karena memang akses untuk itu sangat sedikit pada saat itu, selain koran dan radio tv adalah alternatif yang bisa memberikan informasi tersebut. berbeda dengan sekarang. yang didapat lebih mudah 

Di sisi hiburan, kebutuhan  tontonan hiburan masyarakat dulu dan sekarang pun juga berubah, dulu acara yang bertemakan eksplore, sejarah, dan sejenisnya sangat dinikmati, acara musikpun menjadi sebuah sarana hiburan yang sangat disukai, berbeda dengan sekarang semua kebutuhan tontonan itu sudah terbagi dan teralihkan oleh media lain, (teknologi mp3 yang semua hampir bisa punya dan mendapatkan dengan mudah).

Orang indonesia sekarang SANGAT suka drama.

Selanjutnya adalah orang indonesia sekarang sepertinya sangat menyukai drama, ini terbukti bahwa acara-acara yang bertemakan drama, yang ber-lebay lebay-an ria menjadi faforit dan memiliki rating penonton terbanyak, tentu hal semacam ini mengakibatkan acara seperti ini menjadi laris manis oleh sponsor, dan secara teori lebih banyak menghasilkan keuntungan.

ini juga sebabnya ada banyak sekali acara yang mengusung DRAMA sebagai konsepnya ini bisa bertahan sangat lama, dan memiliki episode yang luar biasa tidak masuk akal, seperti halnya sinetron dengan drama-dramanya yang sepertinya juga memiliki unsur tempe kupas dari luar negri YANG.. episodenya cuma beberapa saja,

atau juga acara-acara yang katanya REALITY show, walau sebenarnya juga panggung drama hanya saja dengan konsep low budget serta akting yang.. ah sudahlah, acara semacam ini juga menjadi primadona, dan memiliki penggemarnya sendiri.

Saya tidak mengatakan semua masyarakat seperti ini, banyak juga yang kritis dan menuntut hal yang sama dengan saya, mempertanyakan hal yang sama dengan saya.

Persaingan inustri, antar stasiun TV

Mungkin ini adalah salah satu faktor utama alasan perubahan pertelevisian indonesia dulu dan sekarang, persaingan industri, maksud saya adalah bagaimana stasiun TV ini berlomba mendapatkan penonton, dengan penonton yang banyak, artinya pendapatan pun akan secara otomatis naik dan begitupula sebaliknya jika penonton sedikit pendapatan pun sedikit,

sekarang mari kita analogikan stasiun TV ini adalah sebuah restoran yang menyajikan makanan ke pengunjung/pembeli dimana pembeli ini adalah kita (penonton acara tv), makanan yang dibuat restoran disini adalah acara yang kita tonton, sekarang bisa kalian bisa bayangkan bukan bagaimana stasiun tv berkerja. mereka akan membuat makanan, dengan modal tertentu, dan kemudian akan disajikan kepada pelangganya, apakah ini bakal laris, dan disukai,, apakah ini akan tidak disukai,, itulah pertanyaan utama mereka,

Jika kita suka, tentu akan banyak pembelinya bukan, banyak yang membeli artinya pendapatan, dan jika pendapatan ini melebihi budget/modal mereka membuat makanan tersebut artinya mereka untung bukan, sekarang logikanya jika untung apa akan stop disana atau berhenti menjualnya? tentu tidak bukan? ini juga berlaku pada acara televisi.

Dan ini juga akan bekerja sebaliknya, jika makanan yang disuguhkan tadi tidak disukai maka tentu pembeli akan sedikit, dan juga berdampak dari jumlah pendapatan, jika kurang dari biaya produksi/ modal, tentu akan rugi, dan restoranpun akan berhenti menjualnya.

nah sekarang jika pertanyaan awal kita adalah alasan kenapa berubah pertelevisian indonesia, karena mereka tentu tidak mau rugi, dan akan bisa menghentikan roda industri mereka bukan?

Solusi yang mungkin bisa dilakukan ; Menurut saya

Seperti yang saya jabarkan diatas, sekarang apakah salah stasiun tv tersebut? menurut saya tidak, karena mereka butuh sponsor, mereka butuh dana untuk beroprasi, mereka adalah korporasi, tentu inginkeuntungan dan berkembang, jadi sudah sewajarnya mereka kemudian tidak memperdulikan apakah makan yang mereka sajikan di restoran mereka sehat bagi pelangganya atau tidak.

Yah seperti hanlnya sebuah restoran Junk Food, adalah pilihan kita sendiri yang bisa menjadi solusi, apakah mau memakan makanan tersebut atau tidak, padahal kita tahu makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan kita, jika semua berfikiran sama dan bersama tidak makan makanan tersebut, maka restoran restoran ini dengan sendirinya akan merubah menu mereka.

mungkin itu.. saja, saya ngomong sendiri jadi kalau tidak ssetuju, tidak sependapat terserah, silahakan tinggalkan pendapat kalian di kolom komentar dibawah jika berkenan,

BUKA UNTUK KOMENTAR